Perbedaan Liquity dan Terra Classic: Liquity diperdagangkan di Rp3.495 (kapitalisasi pasar Rp337,95M, volume 24 jam Rp38,79M), sedangkan Terra Classic diperdagangkan di Rp0,8751 (kapitalisasi pasar Rp4,84T, volume 24 jam Rp141,01M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 14,3× kapitalisasi pasar Liquity, dan suplai beredar Liquity 96,3M / 100M LQTY (97%) dibanding 5,5T / 6,5T LUNC (86%) milik Terra Classic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan Terra Classic selama 190 Hari.
| LQTY | LUNC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,95M | Rp4,84T |
Volume (24h) | Rp38,79M | Rp141,01M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 190 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →