Perbedaan Livepeer dan Starknet: Livepeer diperdagangkan di Rp27.834 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp86,84M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp524,5 (kapitalisasi pasar Rp3,45T, volume 24 jam Rp434,25M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Livepeer, dan suplai beredar Livepeer 49,7M LPT dibanding 6,6B STRK milik Starknet. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Livepeer selama 28 Hari dan Starknet selama 73 Hari.
| LPT | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,38T | Rp3,45T |
Volume (24h) | Rp86,84M | Rp434,25M |
Suplai yang Beredar | 49,7M LPT | 6,6B STRK |
Typical Hold Time | 28 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →