Perbedaan Livepeer dan ssv.network: Livepeer diperdagangkan di Rp27.834 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp86,84M), sedangkan ssv.network diperdagangkan di Rp36.582 (kapitalisasi pasar Rp583,55M, volume 24 jam Rp110,07M). Perbedaan utamanya: Livepeer jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar ssv.network, dan suplai beredar Livepeer 49,7M LPT dibanding 16M SSV milik ssv.network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Livepeer selama 28 Hari dan ssv.network selama 30 Hari.
| LPT | SSV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,38T | Rp583,55M |
Volume (24h) | Rp86,84M | Rp110,07M |
Suplai yang Beredar | 49,7M LPT | 16M SSV |
Typical Hold Time | 28 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →ssv.network merupakan implementasi publik pertama dari SSV primitive, yang berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Ethereum Foundation pada tahun 2019 dan sejak itu telah berkembang menjadi jaringan yang dikelola oleh DAO, didorong oleh komunitas staker, builder, dan node operator. Tujuannya berfungsi sebagai proyek teknologi validator terdistribusi (DVT) untuk validator Ethereum yang dikembangkan oleh Blox dengan pendanaan hibah yang didistribusikan ke tim dukungan dari SSV DAO Treasury.
Selengkapnya di halaman SSV →