Perbedaan Livepeer dan Port3 Network: Livepeer diperdagangkan di Rp21.612 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp48,09M), sedangkan Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M). Perbedaan utamanya: Livepeer jauh lebih besar — sekitar 68,3× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai Port3 Network dibatasi (692,9M / 1B PORT3 (70%)), sedangkan Livepeer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Livepeer selama 29 Hari dan Port3 Network selama 10 Hari.
| LPT | PORT3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,07T | Rp15,67M |
Volume (24h) | Rp48,09M | Rp28,22M |
Suplai yang Beredar | 49,7M LPT | 692,9M / 1B PORT3 (70%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 10 Hari |
Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →