Perbedaan Chainlink dan Venom: Chainlink diperdagangkan di Rp154.089 (kapitalisasi pasar Rp115,01T, volume 24 jam Rp5,28T), sedangkan Venom diperdagangkan di Rp333,71 (kapitalisasi pasar Rp340,86M, volume 24 jam Rp2,89M). Perbedaan utamanya: Chainlink jauh lebih besar — sekitar 337,4× kapitalisasi pasar Venom, dan suplai beredar Chainlink 748,1M / 1B LINK (75%) dibanding 988,9M / 8B VENOM (13%) milik Venom. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainlink selama 62 Hari dan Venom selama 22 Hari.
| LINK | VENOM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp115,01T | Rp340,86M |
Volume (24h) | Rp5,28T | Rp2,89M |
Suplai yang Beredar | 748,1M / 1B LINK (75%) | 988,9M / 8B VENOM (13%) |
Typical Hold Time | 62 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Dicipatakan pada tahun 2017 oleh Sergey Nazarov, Chainlink adalah lapisan abstraksi blockchain yang memungkinkan kontrak pintar terhubung secara universal. Melalui jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan blockchain untuk berinteraksi secara aman dengan umpan data eksternal, peristiwa dan metode pembayaran, memberikan informasi off-chain penting yang dibutuhkan oleh kontrak pintar yang kompleks untuk menjadi bentuk dominan dari perjanjian digital.
Selengkapnya di halaman LINK →Venom adalah jaringan Layer 0 dan Layer 1 berbasis teknologi mesh yang mendukung platform berskala besar seperti stablecoin dan CBDC. Skalabilitas tinggi, kecepatan, dan biaya rendah membuatnya ideal untuk dApp Web3, sambil memastikan keamanan dan stabilitas sistem dengan beban tinggi.
Selengkapnya di halaman VENOM →