Perbedaan Chainlink dan Ponke: Chainlink diperdagangkan di Rp153.564 (kapitalisasi pasar Rp114,22T, volume 24 jam Rp5,31T), sedangkan Ponke diperdagangkan di Rp379,18 (kapitalisasi pasar Rp209,48M, volume 24 jam Rp39,3M). Perbedaan utamanya: Chainlink jauh lebih besar — sekitar 545,3× kapitalisasi pasar Ponke, dan suplai beredar Chainlink 748,1M / 1B LINK (75%) dibanding 555,5M / 555,6M PONKE (100%) milik Ponke. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainlink selama 62 Hari dan Ponke selama 11 Hari.
| LINK | PONKE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp114,22T | Rp209,48M |
Volume (24h) | Rp5,31T | Rp39,3M |
Suplai yang Beredar | 748,1M / 1B LINK (75%) | 555,5M / 555,6M PONKE (100%) |
Typical Hold Time | 62 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Dicipatakan pada tahun 2017 oleh Sergey Nazarov, Chainlink adalah lapisan abstraksi blockchain yang memungkinkan kontrak pintar terhubung secara universal. Melalui jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan blockchain untuk berinteraksi secara aman dengan umpan data eksternal, peristiwa dan metode pembayaran, memberikan informasi off-chain penting yang dibutuhkan oleh kontrak pintar yang kompleks untuk menjadi bentuk dominan dari perjanjian digital.
Selengkapnya di halaman LINK →PONKE adalah aset digital baru yang dibuat di jaringan Solana, terkenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah. Token ini menonjol karena pendekatan tokenomiknya yang unik, dengan total pasokan 555 juta token. PONKE dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader online dan penggemar game, memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Listing di bursa crypto besar meningkatkan aksesibilitasnya, sementara pendekatan berbasis komunitas mendorong keterlibatan pengguna melalui fitur seperti 'helmet' dan saluran media sosial aktif.
Selengkapnya di halaman PONKE →