Perbedaan Lombard Staked BTC dan SubQuery Network: Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.147.625.058 (kapitalisasi pasar Rp13,43T, volume 24 jam Rp11,7M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 409,1× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar Lombard Staked BTC 11,8K LBTC dibanding 3,3B SQT milik SubQuery Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lombard Staked BTC selama 13 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| LBTC | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp13,43T | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp11,7M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 11,8K LBTC | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 13 Hari | 3 Hari |
LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →