Perbedaan Lombard Staked BTC dan Maverick Protocol: Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.147.625.058 (kapitalisasi pasar Rp13,43T, volume 24 jam Rp11,7M), sedangkan Maverick Protocol diperdagangkan di Rp158,92 (kapitalisasi pasar Rp185,72M, volume 24 jam Rp58,04M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 72,3× kapitalisasi pasar Maverick Protocol, dan suplai Maverick Protocol dibatasi (1,2B / 2B MAV (59%)), sedangkan Lombard Staked BTC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lombard Staked BTC selama 13 Hari dan Maverick Protocol selama 25 Hari.
| LBTC | MAV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp13,43T | Rp185,72M |
Volume (24h) | Rp11,7M | Rp58,04M |
Suplai yang Beredar | 11,8K LBTC | 1,2B / 2B MAV (59%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →