Perbedaan Solayer dan Plasma: Solayer diperdagangkan di Rp1.064 (kapitalisasi pasar Rp504,64M, volume 24 jam Rp197,67M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.360 (kapitalisasi pasar Rp3,65T, volume 24 jam Rp529,77M). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 7,2× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai beredar Solayer 475,5M LAYER dibanding 2,7B XPL milik Plasma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan Plasma selama 27 Hari.
| LAYER | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp504,64M | Rp3,65T |
Volume (24h) | Rp197,67M | Rp529,77M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 2,7B XPL |
Typical Hold Time | 35 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →