Perbedaan Solayer dan Tether Gold: Solayer diperdagangkan di Rp1.194 (kapitalisasi pasar Rp553,28M, volume 24 jam Rp192,16M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp73.374.168 (kapitalisasi pasar Rp44,72T, volume 24 jam Rp2,39T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 80,8× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai beredar Solayer 466,1M LAYER dibanding 612,8K XAUT milik Tether Gold. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 33 Hari dan Tether Gold selama 37 Hari.
| LAYER | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp553,28M | Rp44,72T |
Volume (24h) | Rp192,16M | Rp2,39T |
Suplai yang Beredar | 466,1M LAYER | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 33 Hari | 37 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →