Perbedaan Solayer dan TAC Protocol: Solayer diperdagangkan di Rp1.050 (kapitalisasi pasar Rp500,55M, volume 24 jam Rp196,85M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,81 (kapitalisasi pasar Rp237,01M, volume 24 jam Rp22,41M). Perbedaan utamanya: Solayer jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai beredar Solayer 475,5M LAYER dibanding 4,7B TAC milik TAC Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| LAYER | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp500,55M | Rp237,01M |
Volume (24h) | Rp196,85M | Rp22,41M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 35 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →