Perbedaan Solayer dan SUPRA: Solayer diperdagangkan di Rp1.057 (kapitalisasi pasar Rp500,55M, volume 24 jam Rp196,85M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,11 (kapitalisasi pasar Rp102,34M, volume 24 jam Rp6,85M). Perbedaan utamanya: Solayer jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| LAYER | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp500,55M | Rp102,34M |
Volume (24h) | Rp196,85M | Rp6,85M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →