Perbedaan Solayer dan Starknet: Solayer diperdagangkan di Rp1.194 (kapitalisasi pasar Rp553,28M, volume 24 jam Rp192,16M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp527,05 (kapitalisasi pasar Rp3,44T, volume 24 jam Rp435,53M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai beredar Solayer 466,1M LAYER dibanding 6,6B STRK milik Starknet. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 33 Hari dan Starknet selama 73 Hari.
| LAYER | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp553,28M | Rp3,44T |
Volume (24h) | Rp192,16M | Rp435,53M |
Suplai yang Beredar | 466,1M LAYER | 6,6B STRK |
Typical Hold Time | 33 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →