Perbedaan Solayer dan STBL: Solayer diperdagangkan di Rp1.054 (kapitalisasi pasar Rp503,08M, volume 24 jam Rp198,35M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp407,29 (kapitalisasi pasar Rp285,56M, volume 24 jam Rp30,54M). Perbedaan utamanya: Solayer lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| LAYER | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp503,08M | Rp285,56M |
Volume (24h) | Rp198,35M | Rp30,54M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →