Perbedaan Solayer dan Subsquid: Solayer diperdagangkan di Rp1.056 (kapitalisasi pasar Rp504,64M, volume 24 jam Rp197,67M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp842,24 (kapitalisasi pasar Rp940,16M, volume 24 jam Rp146,09M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Subsquid dibatasi (1,1B / 1,3B SQD (84%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| LAYER | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp504,64M | Rp940,16M |
Volume (24h) | Rp197,67M | Rp146,09M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →