Perbedaan Solayer dan Spark: Solayer diperdagangkan di Rp1.054 (kapitalisasi pasar Rp500,55M, volume 24 jam Rp196,85M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp251,31 (kapitalisasi pasar Rp763,4M, volume 24 jam Rp122,15M). Perbedaan utamanya: Spark lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Spark dibatasi (3,1B / 10B SPK (31%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan Spark selama 13 Hari.
| LAYER | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp500,55M | Rp763,4M |
Volume (24h) | Rp196,85M | Rp122,15M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 3,1B / 10B SPK (31%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →