Perbedaan Solayer dan Peanut the Squirrel: Solayer diperdagangkan di Rp1.056 (kapitalisasi pasar Rp503,08M, volume 24 jam Rp198,35M), sedangkan Peanut the Squirrel diperdagangkan di Rp717,98 (kapitalisasi pasar Rp718,46M, volume 24 jam Rp154,96M). Perbedaan utamanya: Peanut the Squirrel lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Solayer 475,5M LAYER dibanding 999,8M PNUT milik Peanut the Squirrel. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan Peanut the Squirrel selama 42 Hari.
| LAYER | PNUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp503,08M | Rp718,46M |
Volume (24h) | Rp198,35M | Rp154,96M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 999,8M PNUT |
Typical Hold Time | 35 Hari | 42 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Peanut the Squirrel (PNUT) adalah koin meme yang diluncurkan di blockchain Solana, terinspirasi dari sebuah peristiwa menyentuh yang ramai dibicarakan di media sosial. Koin ini menceritakan kisah Pnuts, tupai peliharaan yang disayangi, dan rekannya, Fred, yang membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi para pengasuh dan pengikutnya. PNUT bertujuan untuk menyalurkan cinta dan dukungan luar biasa terhadap kisah ini menjadi gerakan yang melindungi makhluk kecil. Koin ini mewakili misi kepedulian, kenangan, dan perubahan bermakna dalam dunia kripto, menggabungkan semangat komunitas dengan tujuan yang berdampak.
Selengkapnya di halaman PNUT →