Perbedaan Solayer dan Meteora: Solayer diperdagangkan di Rp1.054 (kapitalisasi pasar Rp500,55M, volume 24 jam Rp196,85M), sedangkan Meteora diperdagangkan di Rp2.839 (kapitalisasi pasar Rp1,52T, volume 24 jam Rp163,07M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai Meteora dibatasi (538,2M / 1B MET (54%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solayer selama 35 Hari dan Meteora selama 8 Hari.
| LAYER | MET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp500,55M | Rp1,52T |
Volume (24h) | Rp196,85M | Rp163,07M |
Suplai yang Beredar | 475,5M LAYER | 538,2M / 1B MET (54%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →