Perbedaan Layer3 dan Zerobase: Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,27M, volume 24 jam Rp13,5M), sedangkan Zerobase diperdagangkan di Rp1.559 (kapitalisasi pasar Rp498,21M, volume 24 jam Rp129,09M). Perbedaan utamanya: Zerobase jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 315,6M / 1B ZBT (32%) milik Zerobase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Zerobase selama 5 Hari.
| L3 | ZBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,27M | Rp498,21M |
Volume (24h) | Rp13,5M | Rp129,09M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 315,6M / 1B ZBT (32%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Zerobase adalah jaringan infrastruktur kriptografi yang memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZKPs) dan trusted execution environments (TEEs) untuk menghadirkan staking yang privat, sesuai regulasi, dan terprogram. Zerobase mendukung zkStaking, zkLogin, dan ProofYield untuk institusi DeFi, privasi pengguna, dan strategi aset dunia nyata tanpa mengungkap data sensitif.
Selengkapnya di halaman ZBT →