Perbedaan Layer3 dan Codatta: Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,99M, volume 24 jam Rp13,43M), sedangkan Codatta diperdagangkan di Rp123,42 (kapitalisasi pasar Rp307,4M, volume 24 jam Rp16,39M). Perbedaan utamanya: Codatta jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 2,5B / 10B XNY (25%) milik Codatta. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Codatta selama 4 Hari.
| L3 | XNY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,99M | Rp307,4M |
Volume (24h) | Rp13,43M | Rp16,39M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 2,5B / 10B XNY (25%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →