Perbedaan Layer3 dan WOO: Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,27M, volume 24 jam Rp13,5M), sedangkan WOO diperdagangkan di Rp191,1 (kapitalisasi pasar Rp360,98M, volume 24 jam Rp146,47M). Perbedaan utamanya: WOO jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 1,9B / 1,9B WOO (100%) milik WOO. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan WOO selama 43 Hari.
| L3 | WOO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,27M | Rp360,98M |
Volume (24h) | Rp13,5M | Rp146,47M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 1,9B / 1,9B WOO (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →WOO Network adalah jaringan likuiditas mendalam yang menghubungkan trader, pertukaran, institusi, dan platform DeFi dengan akses demokratis ke likuiditas terbaik dan eksekusi trading dengan biaya rendah atau tanpa biaya. Token WOO digunakan di jaringan produk CeFi dan DeFi untuk staking dan potongan biaya.
Selengkapnya di halaman WOO →