Perbedaan Layer3 dan HumidiFi: Layer3 diperdagangkan di Rp72,88 (kapitalisasi pasar Rp108,05M, volume 24 jam Rp13,43M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar Rp210,93M, volume 24 jam Rp53,55M). Perbedaan utamanya: HumidiFi lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 170,7M / 1B WET (18%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| L3 | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp108,05M | Rp210,93M |
Volume (24h) | Rp13,43M | Rp53,55M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →