Perbedaan Layer3 dan Velo: Layer3 diperdagangkan di Rp72,9 (kapitalisasi pasar Rp108,06M, volume 24 jam Rp13,31M), sedangkan Velo diperdagangkan di Rp57,32 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp19,9M). Perbedaan utamanya: Velo jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 17,6B / 24B VELO (74%) milik Velo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Velo selama 28 Hari.
| L3 | VELO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp108,06M | Rp1,01T |
Volume (24h) | Rp13,31M | Rp19,9M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 17,6B / 24B VELO (74%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Velo Labs sedang membangun jaringan bursa kredit federasi yang unik. Jaringan ini didukung oleh Velo Protocol, yang merupakan protokol keuangan blockchain yang memungkinkan penerbitan kredit digital dan transfer aset tanpa batas untuk bisnis yang menggunakan sistem kontrak pintar. Misi inti proyek ini adalah memungkinkan para mitra untuk mentransfer nilai secara aman dan terjamin antara satu sama lain secara tepat waktu dan transparan.
Selengkapnya di halaman VELO →