Perbedaan Layer3 dan USDS: Layer3 diperdagangkan di Rp72,88 (kapitalisasi pasar Rp108,05M, volume 24 jam Rp13,43M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp17.854 (kapitalisasi pasar Rp175,07T, volume 24 jam Rp4,56T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 1620,3× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai Layer3 dibatasi (1,5B / 3,3B L3 (45%)), sedangkan USDS terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan USDS selama 12 Hari.
| L3 | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp108,05M | Rp175,07T |
Volume (24h) | Rp13,43M | Rp4,56T |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 9,8B USDS |
Typical Hold Time | 9 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →