Perbedaan Layer3 dan Turtle: Layer3 diperdagangkan di Rp74,42 (kapitalisasi pasar Rp109,41M, volume 24 jam Rp13,23M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp775,09 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M). Perbedaan utamanya: Layer3 dan Turtle berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| L3 | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp109,41M | Rp120,27M |
Volume (24h) | Rp13,23M | Rp18,65M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →