Perbedaan Layer3 dan TAC Protocol: Layer3 diperdagangkan di Rp95,58 (kapitalisasi pasar Rp116,87M, volume 24 jam Rp67,28M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp55,08 (kapitalisasi pasar Rp267,36M, volume 24 jam Rp106,53M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai Layer3 dibatasi (1,2B / 3,3B L3 (37%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| L3 | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp116,87M | Rp267,36M |
Volume (24h) | Rp67,28M | Rp106,53M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 8 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →