Perbedaan Layer3 dan MyShell: Layer3 diperdagangkan di Rp75,92 (kapitalisasi pasar Rp110,91M, volume 24 jam Rp13,56M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp350,04 (kapitalisasi pasar Rp144,73M, volume 24 jam Rp80,56M). Perbedaan utamanya: MyShell lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| L3 | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp110,91M | Rp144,73M |
Volume (24h) | Rp13,56M | Rp80,56M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →