Perbedaan Layer3 dan Saga: Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,99M, volume 24 jam Rp13,43M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp227,32 (kapitalisasi pasar Rp94,89M, volume 24 jam Rp154,42M). Perbedaan utamanya: Layer3 dan Saga berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Layer3 dibatasi (1,5B / 3,3B L3 (45%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| L3 | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,99M | Rp94,89M |
Volume (24h) | Rp13,43M | Rp154,42M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 416,5M SAGA |
Typical Hold Time | 9 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →