Perbedaan Layer3 dan Polymesh: Layer3 diperdagangkan di Rp95,36 (kapitalisasi pasar Rp116,48M, volume 24 jam Rp67,14M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,6 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai Layer3 dibatasi (1,2B / 3,3B L3 (37%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| L3 | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp116,48M | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp67,14M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 8 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →