Perbedaan Layer3 dan Open Gradient: Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,27M, volume 24 jam Rp13,5M), sedangkan Open Gradient diperdagangkan di Rp1.641 (kapitalisasi pasar Rp350,34M, volume 24 jam Rp180,91M). Perbedaan utamanya: Open Gradient jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 213,8M / 1B OPG (22%) milik Open Gradient. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Open Gradient selama 5 Hari.
| L3 | OPG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,27M | Rp350,34M |
Volume (24h) | Rp13,5M | Rp180,91M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 213,8M / 1B OPG (22%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →