Perbedaan Layer3 dan Orbiter Finance: Layer3 diperdagangkan di Rp84,1 (kapitalisasi pasar Rp103,78M, volume 24 jam Rp74,52M), sedangkan Orbiter Finance diperdagangkan di Rp5,99 (kapitalisasi pasar Rp32,56M, volume 24 jam Rp31,74M). Perbedaan utamanya: Layer3 jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Orbiter Finance, dan suplai beredar Layer3 1,2B / 3,3B L3 (37%) dibanding 5,5B / 10B OBT (56%) milik Orbiter Finance. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan Orbiter Finance selama 10 Hari.
| L3 | OBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp103,78M | Rp32,56M |
Volume (24h) | Rp74,52M | Rp31,74M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 5,5B / 10B OBT (56%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Orbiter Finance adalah infrastruktur blockchain interoperabilitas yang dibangun dengan teknologi zero-knowledge (ZK-tech). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan interaksi blockchain, memastikan interoperabilitas yang mulus, serta mengurangi fragmentasi likuiditas. Orbiter mewujudkannya melalui solusi inovatif, termasuk protokol lintas-rantai universal dan Omni Account Abstraction. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan ulang pengalaman Web3 di era multichain.
Selengkapnya di halaman OBT →