Perbedaan Layer3 dan MX Token: Layer3 diperdagangkan di Rp95,99 (kapitalisasi pasar Rp116,87M, volume 24 jam Rp67,28M), sedangkan MX Token diperdagangkan di Rp30.159 (kapitalisasi pasar Rp2,76T, volume 24 jam Rp100,32M). Perbedaan utamanya: MX Token jauh lebih besar — sekitar 23,6× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,2B / 3,3B L3 (37%) dibanding 91,8M / 413,8M MX (23%) milik MX Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan MX Token selama 20 Hari.
| L3 | MX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp116,87M | Rp2,76T |
Volume (24h) | Rp67,28M | Rp100,32M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 91,8M / 413,8M MX (23%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →MX adalah token crypto asli yang diluncurkan oleh bursa terpusat (CEX) MEXC pada tahun 2019. MX menjadi penggerak ekosistem MEXC dan memberikan pemegangnya akses ke fitur serta manfaat unik di dalam platform. Pemegang MX memiliki hak untuk memberikan suara dalam keputusan bisnis, berpartisipasi dalam pemilihan tim, dan menikmati akses prioritas ke berbagai kegiatan dan acara.
Selengkapnya di halaman MX →