Perbedaan Layer3 dan Lumoz: Layer3 diperdagangkan di Rp95,78 (kapitalisasi pasar Rp116,87M, volume 24 jam Rp67,28M), sedangkan Lumoz diperdagangkan di Rp3,2 (kapitalisasi pasar Rp6,01M, volume 24 jam Rp1,77M). Perbedaan utamanya: Layer3 jauh lebih besar — sekitar 19,4× kapitalisasi pasar Lumoz, dan suplai Layer3 dibatasi (1,2B / 3,3B L3 (37%)), sedangkan Lumoz terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan Lumoz selama 4 Hari.
| L3 | MOZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp116,87M | Rp6,01M |
Volume (24h) | Rp67,28M | Rp1,77M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 1,1B MOZ |
Typical Hold Time | 8 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Lumoz adalah modular compute layer dan Rollup-as-a-Service (RaaS) terdepan. Protokol ini menyediakan daya komputasi dan verifikasi untuk aplikasi ZK dan AI di berbagai arsitektur blockchain.
Selengkapnya di halaman MOZ →