Perbedaan Layer3 dan Mantle: Layer3 diperdagangkan di Rp96 (kapitalisasi pasar Rp116,87M, volume 24 jam Rp67,28M), sedangkan Mantle diperdagangkan di Rp7.731 (kapitalisasi pasar Rp25,44T, volume 24 jam Rp562,27M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 217,7× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,2B / 3,3B L3 (37%) dibanding 3,3B / 6,2B MNT (54%) milik Mantle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 8 Hari dan Mantle selama 25 Hari.
| L3 | MNT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp116,87M | Rp25,44T |
Volume (24h) | Rp67,28M | Rp562,27M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 3,3B L3 (37%) | 3,3B / 6,2B MNT (54%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →