Perbedaan Layer3 dan Terra Classic: Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,27M, volume 24 jam Rp13,5M), sedangkan Terra Classic diperdagangkan di Rp0,8727 (kapitalisasi pasar Rp4,82T, volume 24 jam Rp140,54M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 44,9× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Layer3 1,5B / 3,3B L3 (45%) dibanding 5,5T / 6,5T LUNC (86%) milik Terra Classic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Layer3 selama 9 Hari dan Terra Classic selama 190 Hari.
| L3 | LUNC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,27M | Rp4,82T |
Volume (24h) | Rp13,5M | Rp140,54M |
Suplai yang Beredar | 1,5B / 3,3B L3 (45%) | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 190 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →