Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kentanix Supra International Tbk. (KSIX) vs Matahari Department Store Tbk. (LPPF)

Kentanix Supra International Tbk.Trading
Matahari Department Store Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kentanix Supra International Tbk. dan Matahari Department Store Tbk.: Kentanix Supra International Tbk. diperdagangkan di Rp280 (kapitalisasi pasar 594,32 M, volume 24 jam 17 rb), sedangkan Matahari Department Store Tbk. diperdagangkan di Rp1.560 (kapitalisasi pasar 3,43 T, volume 24 jam 723,7 rb). Perbedaan utamanya: Matahari Department Store Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Kentanix Supra International Tbk., dan Matahari Department Store Tbk. lebih aktif diperdagangkan (723,7 rb vs 17 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KSIXLPPF
Kapitalisasi Pasar
594,32 M3,43 T
Volume
17 rb723,7 rb
Lot
1707,24 rb
Perputaran
4,73 jt1,12 M
Harga Rata-rata
278,141.552,77
Nilai Transaksi
4,73 jt1,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2781.560
Volume Ekuilibrium Indikatif
500168

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KSIX
Lihat detail
LPPF
Lihat detail

Tentang Kentanix Supra International Tbk.

PT Kentanix Supra International Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 41 dated October 27, 1980 of Samsul Hadi, S.H., as amended by Deed No. 25 dated April 8, 1981 and Deed No. 10 dated October 9, 1981 of the same Notary. The Company commenced its commercial operations in 1985. PT Badra Arta, a company incorporated in Indonesia, is the parent entity of the Company.

Selengkapnya di halaman KSIX

Tentang Matahari Department Store Tbk.

PT Matahari Department Store Tbk was established as PT Stephens Utama International Leasing Corp based on Notarial Deed No.2 dated 1 April 1982, of Misahardi Wilamarta, S.H. The Company's merger with its parent company (PT Meadow Indonesia), which was effective from 30 September 2011.

Selengkapnya di halaman LPPF