Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Resource Alam Indonesia TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Resource Alam Indonesia Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Resource Alam Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp274 (kapitalisasi pasar 1,37 T, volume 24 jam 92,7 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.470 (kapitalisasi pasar 14,06 T, volume 24 jam 116,1 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10,3× kapitalisasi pasar Resource Alam Indonesia Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (116,1 rb vs 92,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KKGIRLCO
Kapitalisasi Pasar
1,37 T14,06 T
Volume
92,7 rb116,1 rb
Lot
9271,16 rb
Perputaran
25,28 jt521,68 jt
Harga Rata-rata
272,664.493,4
Nilai Transaksi
25,28 jt521,68 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2744.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
4,4 rb1 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KKGI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Resource Alam Indonesia Tbk

PT Resource Alam Indonesia Tbk (the Company) was originally established under the name PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries (which was subsequently changed to PT Kurnia Kapuas Utama Tbk). PT Kurnia Kapuas Glue industries founded in 1981 in Pontianak, West Kalimantan and produces formalin and resin. The company supplies glue for plywood factories within the Bumi Raya Utama Group (BRU Group). The company is domestic investment.

Selengkapnya di halaman KKGI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO