Perbedaan KiloEx dan Stader: KiloEx diperdagangkan di Rp66,64 (kapitalisasi pasar Rp14,15M, volume 24 jam Rp2,63M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp129,82M, volume 24 jam Rp12,19M). Perbedaan utamanya: Stader jauh lebih besar — sekitar 9,2× kapitalisasi pasar KiloEx, dan suplai beredar KiloEx 211,7M / 1B KILO (22%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan KiloEx selama 19 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| KILO | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp14,15M | Rp129,82M |
Volume (24h) | Rp2,63M | Rp12,19M |
Suplai yang Beredar | 211,7M / 1B KILO (22%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 13 Hari |
KiloEx adalah bursa terdesentralisasi (DEX) generasi baru yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman ramah pengguna dalam perdagangan perpetual, dengan integrasi penuh ke Liquid Staking Token Finance (LSTfi). Platform ini menggabungkan manajemen risiko canggih, fitur perdagangan inovatif, serta kemampuan trading multi-aset yang mulus untuk mentransformasi perdagangan terdesentralisasi. KiloEx menekankan keamanan, transparansi, dan aksesibilitas, menjadikannya pilihan andal bagi trader ritel maupun institusional.
Selengkapnya di halaman KILO →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →