Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) vs Multi Hanna Kreasindo Tbk. (MHKI)

Kawasan Industri Jababeka Tbk.Trading
Multi Hanna Kreasindo Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kawasan Industri Jababeka Tbk. dan Multi Hanna Kreasindo Tbk.: Kawasan Industri Jababeka Tbk. diperdagangkan di Rp140 (kapitalisasi pasar 2,73 T, volume 24 jam 320,66 jt), sedangkan Multi Hanna Kreasindo Tbk. diperdagangkan di Rp137 (kapitalisasi pasar 510 M, volume 24 jam 7,95 jt). Perbedaan utamanya: Kawasan Industri Jababeka Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Multi Hanna Kreasindo Tbk., dan Kawasan Industri Jababeka Tbk. lebih aktif diperdagangkan (320,66 jt vs 7,95 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KIJAMHKI
Kapitalisasi Pasar
2,73 T510 M
Volume
320,66 jt7,95 jt
Lot
3,21 jt79,48 rb
Perputaran
44,45 M1,1 M
Harga Rata-rata
138,62138,19
Nilai Transaksi
44,45 M1,1 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
140137
Volume Ekuilibrium Indikatif
64,18 rb911

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KIJA
Lihat detail
MHKI
Lihat detail

Tentang Kawasan Industri Jababeka Tbk.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No.6 year 1968 which was amended by Law No.12 year 1970, based on notarial deed No.18 of Maria Kristiana Soeharyo, S.H., dated January 12, 1989. The Company started its commercial operations in 1990. The Companys shares are listed on JSX and SSX.

Selengkapnya di halaman KIJA

Tentang Multi Hanna Kreasindo Tbk.

PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (Company), was established on September 23, 2004 based on Deed of Notary Drajat Dramaji, S.H., No.165. The company became effective commercially on September 23, 2004. The parent entity of the Company is PT Multi Hanna Sinergitama and the ultimate beneficial owners of the Company are Mr. Shahabuddin and Mr. Alwi.

Selengkapnya di halaman MHKI