Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kedaung Indah Can Tbk (KICI) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Kedaung Indah Can TbkTrading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kedaung Indah Can Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Kedaung Indah Can Tbk diperdagangkan di Rp196 (kapitalisasi pasar 53,54 M, volume 24 jam 1,52 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp332 (kapitalisasi pasar 5,38 T, volume 24 jam 10,11 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 100,5× kapitalisasi pasar Kedaung Indah Can Tbk, dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (10,11 jt vs 1,52 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KICISMRA
Kapitalisasi Pasar
53,54 M5,38 T
Volume
1,52 jt10,11 jt
Lot
15,17 rb101,12 rb
Perputaran
301,04 jt3,32 M
Harga Rata-rata
198,51328,64
Nilai Transaksi
301,04 jt3,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
324
Volume Ekuilibrium Indikatif
850

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KICI
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Kedaung Indah Can Tbk

PT Kedaung Indah Can Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970, based on Notarial Deed No. 37, dated January 11, 1974 of Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora, S.H., notary in Jakarta. The Company produces Cans and Enamel kitchenware. The company`s products have been exported since 1988, mostly to US, Saudi Arabia, and Japan, an also to Europe and South America.

Selengkapnya di halaman KICI

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA