Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kedaung Indah Can Tbk (KICI) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Kedaung Indah Can TbkTrading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kedaung Indah Can Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Kedaung Indah Can Tbk diperdagangkan di Rp187 (kapitalisasi pasar 51,89 M, volume 24 jam 111,6 rb), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp298 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 12,25 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 92,3× kapitalisasi pasar Kedaung Indah Can Tbk, dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (12,25 jt vs 111,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KICISMRA
Kapitalisasi Pasar
51,89 M4,79 T
Volume
111,6 rb12,25 jt
Lot
1,12 rb122,47 rb
Perputaran
20,67 jt3,62 M
Harga Rata-rata
185,23295,63
Nilai Transaksi
20,67 jt3,62 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
298
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,11 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KICI
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Kedaung Indah Can Tbk

PT Kedaung Indah Can Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970, based on Notarial Deed No. 37, dated January 11, 1974 of Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora, S.H., notary in Jakarta. The Company produces Cans and Enamel kitchenware. The company`s products have been exported since 1988, mostly to US, Saudi Arabia, and Japan, an also to Europe and South America.

Selengkapnya di halaman KICI

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA