Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kedaung Indah Can Tbk (KICI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Kedaung Indah Can TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kedaung Indah Can Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Kedaung Indah Can Tbk diperdagangkan di Rp187 (kapitalisasi pasar 51,89 M, volume 24 jam 111,6 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 10,19 T, volume 24 jam 593,9 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 196,4× kapitalisasi pasar Kedaung Indah Can Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (593,9 rb vs 111,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KICIRLCO
Kapitalisasi Pasar
51,89 M10,19 T
Volume
111,6 rb593,9 rb
Lot
1,12 rb5,94 rb
Perputaran
20,67 jt1,91 M
Harga Rata-rata
185,233.220,03
Nilai Transaksi
20,67 jt1,91 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
87

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KICI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Kedaung Indah Can Tbk

PT Kedaung Indah Can Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970, based on Notarial Deed No. 37, dated January 11, 1974 of Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora, S.H., notary in Jakarta. The Company produces Cans and Enamel kitchenware. The company`s products have been exported since 1988, mostly to US, Saudi Arabia, and Japan, an also to Europe and South America.

Selengkapnya di halaman KICI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO