Perbedaan KuCoin Token dan Mask Network: KuCoin Token diperdagangkan di Rp126.143 (kapitalisasi pasar Rp17,24T, volume 24 jam Rp53,83M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.115 (kapitalisasi pasar Rp709,56M, volume 24 jam Rp193,75M). Perbedaan utamanya: KuCoin Token jauh lebih besar — sekitar 24,3× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai beredar KuCoin Token 137,2M / 200M KCS (69%) dibanding 100M / 100M MASK (100%) milik Mask Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan KuCoin Token selama 29 Hari dan Mask Network selama 23 Hari.
| KCS | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp17,24T | Rp709,56M |
Volume (24h) | Rp53,83M | Rp193,75M |
Suplai yang Beredar | 137,2M / 200M KCS (69%) | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
KCS adalah token asli dari KuCoin, dirancang sebagai token berbagi keuntungan yang memungkinkan trader mendapatkan manfaat dari nilai yang dihasilkan bursa. KCS akan menjadi aset utama untuk layanan keuangan terdesentralisasi KuCoin sekaligus berfungsi sebagai token tata kelola bagi komunitas KuCoin. KuCoin memprioritaskan konsep “Empowering KCS” dengan tujuan menjadikannya produk kunci dalam ekosistemnya. Dalam jangka panjang, KCS akan menjadi bahan bakar dan token sentral yang mendukung berbagai produk serta layanan terdesentralisasi KuCoin.
Selengkapnya di halaman KCS →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →