Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kabelindo Murni Tbk (KBLM) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Kabelindo Murni TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kabelindo Murni Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Kabelindo Murni Tbk diperdagangkan di Rp290 (kapitalisasi pasar 324,8 M, volume 24 jam 41,8 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp59 (kapitalisasi pasar 885,64 M, volume 24 jam 6,25 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Kabelindo Murni Tbk, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (6,25 jt vs 41,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KBLMSQMI
Kapitalisasi Pasar
324,8 M885,64 M
Volume
41,8 rb6,25 jt
Lot
41862,55 rb
Perputaran
12,06 jt366,43 jt
Harga Rata-rata
288,5258,59
Nilai Transaksi
12,06 jt366,43 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
29459
Volume Ekuilibrium Indikatif
1774

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KBLM
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Kabelindo Murni Tbk

PT Kabelindo Murni Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 71 dated October 11, 1979 of Fredrik Alexander Tumbuan, S.H. PT Kabelindo Murni Tbk manufactures cable and cable fittings using raw materials such as polyethylene and heat shrinkable materials tubes. Installed production capacity has reached 26,000 tons of power cables and 1,330,000 Km pair of telephone cables.

Selengkapnya di halaman KBLM

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI