Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja KMI Wire Cable Tbk (KBLI) vs Sreeya Sewu Indonesia Tbk. (SIPD)

KMI Wire Cable TbkTrading
Sreeya Sewu Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan KMI Wire Cable Tbk dan Sreeya Sewu Indonesia Tbk.: KMI Wire Cable Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 1,3 T, volume 24 jam 203,2 rb), sedangkan Sreeya Sewu Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp685 (kapitalisasi pasar 1,27 T, volume 24 jam 16,3 rb). Perbedaan utamanya: KMI Wire Cable Tbk dan Sreeya Sewu Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan KMI Wire Cable Tbk lebih aktif diperdagangkan (203,2 rb vs 16,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KBLISIPD
Kapitalisasi Pasar
1,3 T1,27 T
Volume
203,2 rb16,3 rb
Lot
2,03 rb163
Perputaran
65,75 jt11 jt
Harga Rata-rata
323,58675
Nilai Transaksi
65,75 jt11 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
326685
Volume Ekuilibrium Indikatif
381

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KBLI
Lihat detail
SIPD
Lihat detail

Tentang KMI Wire Cable Tbk

PT KMI Wire and Cable Tbk (the Company) formerly PT. GT Kabel Indonesia is one of the largest telecommunications and power cable producer. It is owned 53% by Gadjah Tunggal Group. It was established in 1972 by Electro GmbH of Germany (today known as Alcatel Kabelmetal) and PT Gunung Ngadeg Djaya.The Company was established wtihin the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970, based on deed No. 42 dated January 19, 1972 of Djojo Muljadi, SH, notary in Jakarta

Selengkapnya di halaman KBLI

Tentang Sreeya Sewu Indonesia Tbk.

PT Sierad Produce Tbk (the Company) was established based on notarial deed No. 17 dated September 6, 1985 of Raden Santoso , notary in Jakarta and has been amenden based on the deed No. 27 dated April 16, 1986. PT. Sierad Produce is a chicken slaughterhouse and meat processing company founded in 1985. With four subsidiaries operating in the same line of business.

Selengkapnya di halaman SIPD