Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja KMI Wire Cable Tbk (KBLI) vs PAM Mineral Tbk. (NICL)

KMI Wire Cable TbkTrading
PAM Mineral Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan KMI Wire Cable Tbk dan PAM Mineral Tbk.: KMI Wire Cable Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 1,3 T, volume 24 jam 203,2 rb), sedangkan PAM Mineral Tbk. diperdagangkan di Rp515 (kapitalisasi pasar 5,42 T, volume 24 jam 23,34 jt). Perbedaan utamanya: PAM Mineral Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,2× kapitalisasi pasar KMI Wire Cable Tbk, dan PAM Mineral Tbk. lebih aktif diperdagangkan (23,34 jt vs 203,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KBLINICL
Kapitalisasi Pasar
1,3 T5,42 T
Volume
203,2 rb23,34 jt
Lot
2,03 rb233,37 rb
Perputaran
65,75 jt11,93 M
Harga Rata-rata
323,58511,01
Nilai Transaksi
65,75 jt11,93 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
326515
Volume Ekuilibrium Indikatif
381,89 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KBLI
Lihat detail
NICL
Lihat detail

Tentang KMI Wire Cable Tbk

PT KMI Wire and Cable Tbk (the Company) formerly PT. GT Kabel Indonesia is one of the largest telecommunications and power cable producer. It is owned 53% by Gadjah Tunggal Group. It was established in 1972 by Electro GmbH of Germany (today known as Alcatel Kabelmetal) and PT Gunung Ngadeg Djaya.The Company was established wtihin the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970, based on deed No. 42 dated January 19, 1972 of Djojo Muljadi, SH, notary in Jakarta

Selengkapnya di halaman KBLI

Tentang PAM Mineral Tbk.

PT PAM Mineral Tbk (the Company) was established on January 15, 2008 based on Notarial Deed No. 32 of Edison Jingga, S.H., notary in Jakarta. The Company operates in two operational areas, namely in Southeast Sulawesi, Lameruru Village, Langgikima District, North Konawe Regency and Laroenai Village, Bungku Pesisir District, Central Sulawesi.

Selengkapnya di halaman NICL