Perbedaan Kava dan SUPRA: Kava diperdagangkan di Rp815,87 (kapitalisasi pasar Rp881,89M, volume 24 jam Rp163,38M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,69 (kapitalisasi pasar Rp119,88M, volume 24 jam Rp4,67M). Perbedaan utamanya: Kava jauh lebih besar — sekitar 7,4× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Kava terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kava selama 55 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| KAVA | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp881,89M | Rp119,88M |
Volume (24h) | Rp163,38M | Rp4,67M |
Suplai yang Beredar | 1,1B KAVA | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
KAVA adalah platform pinjaman DeFi lintas chain yang memungkinkan pengguna untuk meminjam stablecoin USDX dan menyetor berbagai cryptocurrency untuk mulai memperoleh imbal hasil. KAVA dibangun pada blockchain Cosmos dan menggunakan sistem posisi hutang dengan agunan (CDP) untuk memastikan pinjaman stablecoin selalu memiliki jaminan yang cukup.
Selengkapnya di halaman KAVA →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →