Perbedaan Kava dan SubQuery Network: Kava diperdagangkan di Rp724,07 (kapitalisasi pasar Rp782,72M, volume 24 jam Rp154,17M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Kava jauh lebih besar — sekitar 23,8× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar Kava 1,1B KAVA dibanding 3,3B SQT milik SubQuery Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kava selama 56 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| KAVA | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,72M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp154,17M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 1,1B KAVA | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 56 Hari | 3 Hari |
KAVA adalah platform pinjaman DeFi lintas chain yang memungkinkan pengguna untuk meminjam stablecoin USDX dan menyetor berbagai cryptocurrency untuk mulai memperoleh imbal hasil. KAVA dibangun pada blockchain Cosmos dan menggunakan sistem posisi hutang dengan agunan (CDP) untuk memastikan pinjaman stablecoin selalu memiliki jaminan yang cukup.
Selengkapnya di halaman KAVA →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →