Perbedaan Kava dan Raydium: Kava diperdagangkan di Rp816,41 (kapitalisasi pasar Rp882,77M, volume 24 jam Rp167,1M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp232,09M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar Kava, dan suplai Raydium dibatasi (269,3M / 555M RAY (49%)), sedangkan Kava terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kava selama 55 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| KAVA | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp882,77M | Rp3,36T |
Volume (24h) | Rp167,1M | Rp232,09M |
Suplai yang Beredar | 1,1B KAVA | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
KAVA adalah platform pinjaman DeFi lintas chain yang memungkinkan pengguna untuk meminjam stablecoin USDX dan menyetor berbagai cryptocurrency untuk mulai memperoleh imbal hasil. KAVA dibangun pada blockchain Cosmos dan menggunakan sistem posisi hutang dengan agunan (CDP) untuk memastikan pinjaman stablecoin selalu memiliki jaminan yang cukup.
Selengkapnya di halaman KAVA →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →