Perbedaan Kava dan Mask Network: Kava diperdagangkan di Rp724,42 (kapitalisasi pasar Rp784,27M, volume 24 jam Rp148,24M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp6.286 (kapitalisasi pasar Rp626,83M, volume 24 jam Rp151M). Perbedaan utamanya: Kava lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Kava terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kava selama 56 Hari dan Mask Network selama 24 Hari.
| KAVA | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp784,27M | Rp626,83M |
Volume (24h) | Rp148,24M | Rp151M |
Suplai yang Beredar | 1,1B KAVA | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 24 Hari |
KAVA adalah platform pinjaman DeFi lintas chain yang memungkinkan pengguna untuk meminjam stablecoin USDX dan menyetor berbagai cryptocurrency untuk mulai memperoleh imbal hasil. KAVA dibangun pada blockchain Cosmos dan menggunakan sistem posisi hutang dengan agunan (CDP) untuk memastikan pinjaman stablecoin selalu memiliki jaminan yang cukup.
Selengkapnya di halaman KAVA →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →