Perbedaan Kaspa dan SubQuery Network: Kaspa diperdagangkan di Rp451,97 (kapitalisasi pasar Rp12,43T, volume 24 jam Rp128,33M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Kaspa jauh lebih besar — sekitar 378,6× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Kaspa dibatasi (27,6B / 28,7B KAS (97%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kaspa selama 42 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| KAS | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp12,43T | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp128,33M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 27,6B / 28,7B KAS (97%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 42 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Kaspa adalah cryptocurrency Layer-1 cepat dan skalabel berbasis proof-of-work, menggunakan protokol GHOSTDAG yang memungkinkan blok paralel coexist dalam blockDAG. Kaspa memproses 10 blok per detik dengan target jangka panjang 100 BPS, memberikan waktu konfirmasi hampir instan. Dirancang untuk aksesibilitas dan desentralisasi, Kaspa dapat berjalan lancar di PC standar dan mendukung solusi Layer-2 untuk aplikasi yang lebih aman dan skalabel.
Selengkapnya di halaman KAS →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →